Kamis, 28 Januari 2010

Jogja Jamming

Jogjakarta, ibukota D.I.Y yang juga dikenal sebagai kota pelajar karena banyak terdapat universitas. Selain itu juga kota yang terkenal dengan budaya dan seni Jawa nya yang sangat kental serta melekat dimasyarakatnya.

Jogja juga kota yang kreatif, seniman banyak terlahir dari kota ini. Jogja Jamming dalah sebuah festival kesenian yang diadakan oleh para seniman dan mendapat dukungan dari pemerintah kota tersebut.

Hampir di setiap sudut dan tepi jalanan kota Jogja terdapat karya seni para seniman Jogja. Suatu hal yang menarik wisatawan untuk datang dan menikmati Jogja terlebih karya seninya.Mulai dari seni rupa berbentuk patung, poster,lukisan,grafitti dll.
Acara yang diadakan mulai tanggal 10 Desember 2009 - 10 Januari 2010 ini sangat memperlihatkan betapa kreatifnya masyarakat Jogja. Pada acara yang diadakan 2 tahun sekali ini, kali ini
bertajuk Jogja Jamming: Art Movement Archives, yaitu memberikan semacam kaleidoskop seni dari era 1940-2000an. Dimana pembeberan arsipnya berupa gelaran para perupa di seputaran Kota Yogyakarta, dengan tema yang bermacam-macam pula.
Karya yang ditampilkan juga bukan sembarang karya seni, karya seni yang ditampilkan mengajak kita untuk berpikir pesan atau pun makna yang terkandung dalam sebuah karya seni tersebut.

gaya hidup remaja semarang saat ini

Semarang, ibukota Jawa Tengah yang dikenal dengan bahasa jawanya yang agak kasar karena termasuk daerah pesisir(tepi pantai). Selain itu juga dikenal sering banjir dan rob, namun masyarakat Semarang juga dikenal ramah tamah. Remaja kota Semarang zaman dahulu sangat menjunjung tinggi budaya dan tradisi. Mulai dari hal kecil seperti ciri khas dialek percakapan, sampai tradisi yang lain. Semarang juga memiliki bangunan yang menjadi identitas yaitu Tugu Muda serta Lawang Sewunya.

Namun sekarang semua itu mulai luntur terkikis oleh budaya pop yang datang. Remaja Semarang sekarang pun menjadi lupa akan siapa jati diri mereka sebagai "Wong Semarang." Mulai dari bahasa saja sudah banyak yang lebih memilih bahasa Indonesia daripada bahasa jawa untuk percakapan sehari - hari. Bahasa Indonesia yang dipakai pun bukan bahsa Indonesia yang baku, tetapi bahasa "Gaul" layaknya anak Jakarta.

Sangat ironis memang, bahasa gaul yang biasa disebut bahasa allay(kampungan). Oleh sebagian orang disebut seperti itu,akan tetapi oleh mereka yang memakai bahasa gaul tersebut akan terasa lebih keren dan gaul.

Bukan hanya bahasa gaya hidup remaja Semarang dewasa ini juga menjadi layaknya remaja kota Jakarta. Seperti gaya berpakaian dan pergaulan mereka seghari - hari. Seperti nongkrong di restoran - restoran cepat saji dan cafe - cafe yang sekarang menjamur di kota Semarang.

Tugu Muda, ikon dan bangunan identitas kota semarang yang sudah dibangun oleh pemerintah menjadi sebuah taman yang indah. Namun oleh remaja Semarang saat ini dipakai untuk tempat nongkrong favorit. Setiap malam hari banyak remaja semarang yang berkumpul disana untuk berfoto - foto ataupun sekedar nongkrong. Hal ini sebenarnya bagus juga untuk membuat suasana malam hari di kota Semarang menjadi lebih semarak. Akan tetapi kesadaran rasa memiliki dan menjaga kelestarian taman Tugu Muda ini sangat kurang, banyak coretan di sana - sini.

Tompi Hangatkan Semarang

SEMARANG- Salah satu penyanyi jazz Indonesia yang mulai dikenal luas melalui debut album Bali Lounge dan sejumlah solo albumnya, Tompi, akan menyapa para penggemarnya di Semarang.

Lewat pergelaran bertajuk ”Tompi Live in Concert” di Lounge E-Plaza Simpanglima pada Jumat (29/1) malam besok mulai pukul 22.00, penyanyi bernama lengkap Teuku Adi Fitrian ini akan menghibur pengunjung dengan tembang-tembang hitnya.

Meski mempunyai profesi sebagai dokter spesialis bedah, hal itu tidak menjadikannya satu hambatan untuk menerjuni dunia tarik suara secara profesional.

Terbukti, penyanyi yang mendapat julukan ”Supervocalist” atau ”Supersound” saat tampil 3 hari berturut-turut di Singapura ini sukses menelorkan beberapa album yang diterima oleh penikmat musik Indonesia seperti Cherokee (2004), Bali Lounge (2004), T (2005), dan Soulful Ramadhan (2005), dan My Happy Life (2008).Menurut Namira, Marcomm E-Plaza, event tersebut terselenggara atas kerja sama E-Plaza dan Suara Merdeka untuk mengapresiasi semua jenis musik termasuk jazz.

Pada penampilannya nanti, penyanyi asal Lhokseumawe, Aceh, ini akan menunjukkan kualitas vokalnya yang khas dengan sederet singlenya seperti ”Sedari Dulu”, ”Cinta yang Kucari”, ”Salahkah”, ”I’m Falling in Love”, dan ”Lulu dan Siti”. Acara juga dimeriahkan EP DJ (Tommy/Andrei/Niqa) dan InLite Band Bandung.

Pembobol ATM Bank Mandiri Dibekuk Polisi

BEKASI - Polisi dari Satuan Reserse dan Kriminal Polres Metro Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/12) menangkap pelaku pembobolan mesin ATM (automatic teller machine) milik Bank Mandiri di salah satu pusat perbelanjaan di Bekasi. Pelaku bernama Arpan membobol mesin ATM dengan modus berlaku sebagai petugas perbaikan mesin.
Dalam menjalankan aksinya, Arpan kerap membujuk sejumlah orang untuk diajak bekerja sebagai petugas juga seperti dirinya. Setelah berhasil merangkul orang baru, Arpan membuatkan kartu identitas perusahaan dan surat jalan yang seolah-ohal asli. Korban tersebut kemudian diminta untuk mengawasi mesin ATM dan memperhatikan keamanan wilayah sekitar ATM.
Kapolres Metro Bekasi Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Imam Sugianto menyatakan, modus pelaku ini termasuk baru. Untuk itu ia meminta pihak pusat perbelanjaan lebih waspada jika bertemu dengan petugas dari jasa-jasa perbaikan ATM.
Imam mengatakan, dari aksinya pelaku berhasil menggasak uang senilai Rp125 juta dan sudah ditukarkan dengan dolar Amerika Serikat. Selain menyita uang, polisi juga menyita barang bukti berupa satu unit rak besi brankas ATM, tanda pengenal perusahaan palsu, dan surat jalan palsu.

Perlu dialog antardaerah

BALAIKOTA – Jumat,15 Januari 2010 - Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, Erry Sadewo, mengakui, sulit mengatasi rob dan banjir di Kota Semarang. Menurutnya, penanggulan banjir memang mudah, jika masih dalam taraf penanganan secara teori yakni dengan adanya embung, saluran air yang memadai ataupun adanya bendungan.
’’Namun secara teknis, itu sangat sulit. Ditanggulangi seperti apapun, jika dearah tangkapan air sudah tak ada, air akan lari juga ke bawah yakni ke Semarang. Sekarang yang paling mendesak adalah bagaimana Pemkot, Pemkab Semarang dan Perhutani, bisa bekerja sama untuk mengurangi pembukaan lahan dan pembabatan hutan di kawasan atas itu,’’ ujarnya ketika dihubungi melalui telepon, pagi tadi.

Erry mengatakan, hampir setiap hari, sekian ratus pohon ditebang di daerah atas, seperti di Ungaran, Boja dan kawasan atas sekitarnya. Hal itu sangat berpengaruh terhadap kondisi di bawah, karena jika kawasan hulu terus dibabat pepohonannya, kawasan bawah yang akan kena imbasnya.

Karena itulah, Erry berharap, agar Pemkot segera merealisasikan kerja sama dan dialog antardaerah dan lintas intansi tersebut. Jika tidak segera dilakukan, dirinya tidak terlalu yakin, proyek Waduk Jatibarang dan sebagainya, tidak akan banyak membantu mengatasi banjir di kota ini.

Undip Luncurkan Marine Station

SEMARANG – Undip 7 Januari 2010 meluncurkan Marine Station di Teluk Awur, Jepara, belum lama ini. Undip memproyeksikan Marine Station sebagai pusat penelitian dan kajian laut serta wilayah pesisir terpenting di dunia.

Rektor Undip Prof Dr dr Susilo Wibowo MS Med Sp And mengharapkan Marine Station dapat menghasilkan karya penelitian tentang laut dan pesisir yang inovatif serta punya kontribusi besar bagi dunia kelautan. Penelitian itu harus dapat diterapkan dan punya nilai bisnis tinggi. "Jadi dapat membuka peluang untuk menciptakan serta menumbuhkan motivasi kewiraswastaan di masyarakat pesisir,'' kata dia.

Kepala Laboratorium Marine Station Ir Suryono Msc menyatakan akan terus memacu produktivitas Marine Station sehingga setiap tahun menghasilkan produk ilmiah yang bermanfaat. Masyarakat yang tertarik dapat meneliti bersama ahli kelautan Undip. "Sekaligus mengakses dan memanfaatkan hasil penelitian untuk studi atau pengembangan bisnis,'' ujarnya.

Pelayanan penelitian di Marine Station meliputi manajemen sumber daya pesisir dan lautan yang mengkaji potensi eksplorasi, konservasi, polusi, serta manajemen sumber daya pesisir baik alam maupun manusia. Juga kajian tentang rekayasa budi daya laut bioteknologi, manajemen wilayah, dan paket teknologi budi daya laut.

Akses Data

"Marine Station juga memberi kesempatan pada peneliti untuk mengkaji studi potensi sumber daya hayati laut seperti rumput laut dan terumbu karang. Juga menelaah kemungkinan pemanfaatan potensi sumber daya nonhayati seperti tambang, air tanah, dan sumber daya listrik,'' ujar dia.

Lembaga itu juga akan memberikan berbagai pelatihan pada pencinta dan pebisnis laut. Pelatihan meliputi sertifikasi selam, metodologi penelitian, pelatihan mitigasi, penanggulangan kerusakan wilayah pesisir lautan, serta budi daya rumput laut dan mangroove replant. Masyarakat yang butuh akses data potensi sumber daya hayati laut Indonesia serta penelitian dan pengembangannya dapat berkunjung dan memperoleh data.

"Marine Station akan membantu menyediakan praktisi dan konsultan bagi masyarakat yang membutuhkan jasa desain komunikasi, informasi, dan edukasi kampanye kesadaran lingkungan laut. Itu termasuk desain terumbu karang buatan, konservasi terumbu karang, pengembangan kepariwisataan bahari, dan pemberdayaan masyarakat pesisir dan pulau terdepan,'' katanya.

Kahumas Undip Agus Naryoso mengemukakan Marine Station Teluk Awur juga menjadi laboratorium bagi Mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan Undip. Selama dua semester mahasiswa akan kuliah dan meneliti di laboratorium itu serta menyusun skripsi. Mereka akan tinggal di asrama dengan 120 kamar. Selama kuliah di Jepara dan Semarang, mahasiswa akan difasilitasi shuttle bus. "Mahasiswa juga belajar di kapal laboratorium Bimasuci milik Undip, sehingga dapat mengamati berbagai fenomena sumber daya hayati dan nonhayati kelautan," ujarnya.

Pialang Diminta Jaga Kode Etik

SEMARANG-7 Januari 2010-Kasus penyalahgunaan wewenang oknum pialang PT Investindo Nusantara Securities (INS) Cabang Semarang berpotensi menimbulkan citra buruk terhadap dunia pasar modal di Jateng.

Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) Komda Semarang meminta seluruh pialang menjaga kode etik dan aturan yang berlaku untuk menjaga iklim kondusif industri tersebut. Ketua IPEI Komda Semarang, Hari Prabowo, mengatakan penyimpangan yang dilakukan oknum pialang PT INS yang juga kepala cabang perusahaan itu ditujukan untuk kepentingan pribadinya.

Sekitar 10 nasabah atau investor dirugikan akibat pemindahan saham dari rekening nasabah satu ke yang lain dengan cara memalsukan keterangan dan tanpa pemberitahuan. ‘’Kecurangan itu akan memperlambat investasi dan memperburuk citra pasar modal. Untuk itu pialang harus mengedepankan kode etik dan menjaga kepercayaan,’’ jelas Hari, kemarin.

Penggelapan saham di PT INS senilai Rp 12 miliar yang diketahui sekitar Oktober lalu itu masih dalam tahap proses pengadilan.
Tumbuh Kasus serupa, lanjut dia, pernah dialami PT Sarijaya Securities, PT Antaboga Securities, dan PT Optima Securities. Sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam UU Pasar Modal, perusahaan efek bertanggung jawab sepenuhnya terhadap tindakan yang dilakukan pegawainya mulai jajaran direksi hingga karyawannya. ‘’Jangan sampai mengorbankan investor yang sudah memberi kepercayaan pada sekuritas untuk kepentingan pribadi, misalnya penggelapan,’’ tuturnya.

Secara umum, menurut dia, industri pasar modal di Jateng terus bertumbuh dengan rencana perusahaan sekuritas yang hendak membuka cabang baru. Saat ini tercatat ada 30 perusahaan sekuritas yang membuka perwakilan di kota besar, yakni Semarang, Tegal, Solo, dan Pekalongan.

Untuk mengantisipasi kasus-kasus penyimpangan, Hari mengimbau para investor yang menanamkan saham di pasar modal mendaftarkan diri sebagai investor area. Dengan melakukan prosedur itu nasabah bisa langsung mengidentifikasi kepemilikan sahamnya secara online.

Lewat sistem seperti itu, lanjut dia, nasabah bisa menghindari tindak penyimpangan para pialang dan sistem tersebut berada di bawah kontrol Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Lembaga itu mencatat seluruh rekening nasabah dari perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar.